Senin, 11 Mei 2015

Apa sih Hotel itu

1.Pengertian Hotel

Hotel berasal dari  bahasa Latin “Hospes” yaitu orang asing yang menginap dirumah seseorang;kata “Hostel” yang berasaldari kata “Host” yang berarti tuan rumah. Kemudian “Hostel” berkembang menjadi “Hotel” dengan pengertian sebagai rumah penginapan.Berikut adalah pengertian hotel menurut beberapa sumber:

Menurut Columbia encyclopedia
hotel adalah house of public entertainment (menjamu) dengan memberikan makanan, minuman, kamar tidur, dan pelayanan untuk memberikan kepuasan.

Menurut Hotel Proprietis Act, 1956
Hotel adalah Suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makan, minum dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.

Menurut Grolier Electronic Publishing INC, 1995
Hotel adalahUsaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain untuk tamu.

Menurut SK Menparpostel No. KM 37/PW.340/MPPT-86, tentang Peraturan Usaha dan Pengelolaan Hotel. Bab I, Pasal1, ayat b
Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersil (dikelola dengan memperhitungkan untung atau ruginya).

Dari pengertian di atas hotel dapat diartikan sebagai suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersil disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan (kamar) berikut makan dan minum serta jasa lainnya.
Jadi intinya untuk bisa mendapat semua pelayanan di sebuah hotel adalah “harus membayar”.

2       Sejarah Perhotelan

a.       Perkembangan hotel
Sesudah ada revolusi industri di Inggris abad ke XVII ada tanda-tanda kemajuan dan gagasan-gagasan baru dalam bidang penginapan, di Inggris sendiri usaha akomodasi disebut (inn) atau (tavern). Kemudian tidak lama sesudah revolusi Amerika, penginapan-penginapan Amerika  termasuk yang terbesar di dunia dan bertujuan memberikan service yang baik. Di Eropa lahirnya organisasi usaha perhotelan diawali dengan timbulnya vila-vila kecil yang terletak di lereng-lereng pengunungan (chalets) dan hotel-hotel kecil dengan menyediakan berberapa pelayanan serperti makan dan minum. Sedangkan di Perancis terdapat bentuk akomodasi yang disebut (cabaret).

b.      Perkembangan hotel di Indonesia
Pertumbuhan usaha perhotelan di Indonesia dapat dibagi dalam beberapa pereode, yaitu :
A.    Masa penjajahan Belanda
Pertumbuhan usaha perhotelan di Indonesia dikenal pada abad ke- 19 dan itu pun hanya terbatas di kota-kota besar yang berlokasi dekat pelabuhan saja (Batavia, semarang, Surabaya, medan, dan makassar). Kemudian pada permulaan abad ke- 20 dimulailah pendirian dari beberapa hotel di daerah dan kota yang jauh dari pelabuhan (malang, surakarta, bandung, bogor, yogyakarta, dan bukit tinggi). Adapun fungsi hotel yang utama hanya terbatas untuk melayani tamu-tamu atau penumpang kapal yang baru datang dari negeri Belanda serta dari Negara-negara Eropa lainnya dan dapat dikatakan juga hanya terbatas pada kalangan orang-orang kulit putih saja, sedangkan kalangan bangsa Indonesia tidak ada sama sekali.
B.     Masa pendudukan Jepang
Berkobarnya Perang Dunia II, yang disusul dengan pendudukan tentara Jepang di Indonesia, menyebabkan keadaan kepariwisataan di Indonesia menjadi terlantar sama sekali. Banyak hotel-hotel yang diambil alih oleh pemerintah Jepang, diantaranya dijadikan rumah sakit dan asrama. Sedangkan yang agak bagus ditempati perwira-perwira tentara Jepang sebagai tempat tinggal (Heitany Ryokan).
C.     Masa setelah Indonesia merdeka
Pada tahun 1946, sejumlah pimpinan hotel di Indonesia berkumpul untuk menetapkan Organisasi Perhotelan yang peratama kali bernama Badan Pusat Hotel Negara (BPHN) yang berpusat di hotel Merdeka Malang. Kemudian BPHN mendapat kepercayaan untuk mengatur tempat sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) berhasil menyusun Kabinet RI, dalam sidang pertamanya mengeluarkan Maklumat No. 1/H/47 tertanggal 1 Juli 1947, yang memutuskan Perhotelan masuk dalam kementrian Perhubungan dan dalam pertemuannya dengan BPHN disepakati membentuk suatu badan atau lembaga HONET (Hotel Negara dan Tourism) yang diberi wewenang untuk melanjutkan tugas-tugas pengusahaan hotel-hotel di bekas wilayah belanda. Dan direktur badan ini adalah R. Tjipto Ruslan.

Kemudian dengan adanya Perjanjian KMB tahun 1949, “ semua harta dan benda milik Belanda harus dikembalikan kepada pemiliknya” maka sejak itu HONET resmi dibubarkan.

Pada tahun 1952 beberapa tokoh perhotelan bangsa Indonesia mendirikan suatu organisasi yang bernama SERGANTI (Serikat Gabungan Hotel dan Tourism Indonesia) yang diresmikan oleh Wakil Perdana Mentri Wongsonegoro,S.H. bertempat di hotel Des Indes.

Di Indonesia perkembangan usaha perhotelan modern di awali dengan di bukanya Hotel Indonesia (HI) di Jakarta pada tahun 1962 yang merupakan hotel pertama dan satu-satunya bertaraf internasional di Indonesia. Dalam dasar warsa 1970-an baru muncul hotel-hotel bertaraf internasional lainnya yang dimiliki oleh perusahaan swasta nasional.



 3   Klasifikasi Hotel

Klasifikasi hotel di bagi menurut beberapa faktor,yakni:

A.    Faktor jumlah kamar dan persyaratannya

a)      Hotel bintang satu *
·         jumlah kamar standar minimum 15 kamar
·         kamar mandi di dalam
·         luas kamar standar minimum 20 m²

b)      Hotel bintang dua **
·         jumlah kamar standar minimum 20 kamar
·         kamar suite minimum 1 kamar
·         kamar mandi di dalam
·         luas kamar standar minimum 22 m²
·         luas kamar suite minimum 44 m²

c)      Hotel bintang tiga ***
·         jumlahkamarstandar minimum 30 kamar
·         kamar suite minimum 2 kamar
·         kamarmandi di dalam
·         luaskamarstandar minimum 24 m²
·         luaskamar suite minimum 48 m²

d)     Hotel bintang empat ****
·         jumlahkamarstandar minimum 50 kamar
·         kamar suite minimum 3 kamar
·         kamarmandi di dalam
·         luaskamarstandar minimum 24 m²
·         luaskamar suite minimum 48 m²

e)      Hotel bintang lima *****
·         jumlah kamar standar minimum 100 kamar
·         kamar suite minimum 4 kamar
·         kamar mandi di dalam
·         luas kamar standar minimum 26 m²
·         luas kamar suite minimum 52 m²







B.     Faktor tujuan pemakaian selama menginap

a)      Bussiness hotel, yang banyak digunakan oleh para usahawan
b)      Recreational hotel, yang banyak digunakan untuk orang-orang yang akan santai atau berekreasi

C.     Faktor lokasi

a)      City hotel, hotel yang terletak di dalam kota, dimana sebagian besar tamunya yang menginap melakukan kegiatan bisnis
b)      Resort hotel, yang terletak di kawasan wisata, dimana sebagian besar tamu yang menginap untuk berwisata. Macam-macam resort hotel berdasarkan lokasi antara lain:
·         Mountain hotel
·         Beach hotel     
·         Lake hotel       
·         Hill hotel         
·         Forest hotel     
c)    Suburb hotel, yang lokasinya dipinggiran kota, yang merupakan    pertemuan antara dua kotamdya
d)          Urban hotel, yang berlokasi di pedesaan dan jauhdarikotabesar
e)    Airport hotel, yang berada dalam satu komplek bangunan atau area disekitar bandara udara.

D.    Faktor daya jual dan perencanaan penjualan

a)      European plan, biaya yang dikeluarkan untuk menyewa kamar hanya untuk harga kamar saja.
b)      American plan, hargakamar dimana harga yang dibayarkan sudah termasuk harga kamar itu sendiri ditambah dengan harga makan. American plan dibagi menjadi dua, yaitu :
·  Full American Plan (FAP), harga kamar yang sudah termasuk dengan tiga kali makansehari.
·      Modified American Plan (MAP), harga kamar sudah termasuk dengan dua kali makan dimana salah satu di antaranyasarapan.
·      Continental plan, hargakamar dimana harga kamar tersebuttermasukdengansarapansaja.


E.     Faktor lamanya tamu menginap

a)      Transit hotel, tamu yang menginap dalam waktu singkat, rata-rata hanya satu malam
b)      Semi residential hotel, tamu yang menginap lebih dari satu malam, tetapi jangka waktu menginap tetap pendek (2 minggu-1 bulan)
c)      Residential hotel, tamu yang menginap dalam waktu cukup lama, kira-kira paling sedikit 1 bulan.


F.      Faktor kegiatan tamu selama menginap

a)      Olah raga
·         Sport hotel adaah hotel yang berada pada kompleks kegiatan olah raga.
·         Ski hotel adalah hotel yang terdapat disekitar arena bermain ski.
b)      Bisnis
·         Conference hotel adaah hotel yang menyediakan fasilitas lengkap untuk konferensi.
·         Convention  hoteladalah hotel yang sebagai bagian dari kegiatan konvensi.
c)      Beribadah
·         Pilgrim hotel adalah hotel yang sebagian tempatnya berfungsi sebagai fasilitas beribadah.
d)     Berjudi
·         Casino hotel adalah hotel yang sebagian tempatnya berfungsi untuk kegiatan berjudi

G.    Kriteria jenis tamu

a)      Family hotel, tamu yang menginap bersama keluarganya
b)      Business hotel, tamu yang menginap para usahawan
c)      Tourist hotel, tamu yang menginap kebanyakan para wisatawan baik domestic maupun luar negeri
d)     Cure hotel, tamu yang menginap dalam proses pengobatan atau penyembuhan dari suatu penyakit.

H.    Lama operasi hotel

a) Seasonal hotel
     Dibuka hanya untuk musim-musim tertentu dalam setahun (3, 6, 9 bulan)
b)  Around the year
     Hotel yang di buka sepanjang tahun.








Sumber: Migas Budi Hartoyo (Dosen politeknik API yogyakarta mata kuliah Pengantar Akomodasi & Restoran)